AS Dan Teman-temannya Mengalahkan Jaringan Hacker Rusia

AS Dan Teman-temannya Mengalahkan Jaringan Hacker Rusia

Sebuah lembaga penegak hukum gabungan dari Amerika Serikat, Belanda, Inggris dan Jerman telah menyerang jaringan perangkat Internet of Things yang digunakan oleh peretas Rusia untuk melakukan aktivitas ilegal.

Jaringan perangkat yang dieksploitasi yang dikenal sebagai botnet dikenal sebagai botnet RSOCKS. Ada jutaan komputer di seluruh dunia, termasuk perangkat IoT seperti router, kunci pintu otomatis, dll., dan banyak perangkat lain yang digunakan sebagai jaringan bot.

Pengguna RSOCKS membayar antara $30 dan $200 per hari sewa untuk mengirimkan aktivitas internet ilegal melalui berbagai perangkat ini. Seperti dilansir Reuters, , Sabtu (18/6/2022), tujuannya untuk menyembunyikan lokasi para pelaku.

“Kami percaya bahwa pengguna layanan proxy ini telah meluncurkan serangan luas terhadap layanan otentikasi, juga dikenal sebagai credential stuffing, dan menyembunyikan identitas mereka saat mengakses akun media sosial yang disusupi atau mengirim email berbahaya yang berisi pesan phishing,” kata juru bicara tersebut. dikatakan. Departemen Kehakiman AS mengatakan.

Banyak perusahaan publik dan swasta besar telah menjadi korban RSOCKS, termasuk universitas, hotel, stasiun televisi, dan perusahaan yang memproduksi perangkat elektronik.

Sebelumnya, ada juga malware besutan hacker Rusia bernama Cyclops Blink yang menyasar router, khususnya lini produk router Asus.

Cyclops Blink adalah malware yang telah didistribusikan sejak 2019. Malware ini terkait dengan sindikat peretas sandworm elit yang diduga terkait dengan pemerintah Rusia.

Menurut Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC), malware tersebut awalnya menargetkan perangkat WatchGuard Firebox dan juga terkait dengan ransomware NotPetya, yang telah kehilangan miliaran dolar sejak menyebar ke beberapa negara pada Juni 2017. Malware BlackEnergy juga berada di balik serangan terhadap pembangkit listrik. Ukraina pada tahun 2015.