Cadangan Devisa RI Tinggi, Rupiah Kuat di Rp14.216

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.216 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis (7/10) sore. Posisi ini menguat 36 poin atau 0,25 persen dari Rp14.252 per dolar AS pada Rabu (6/10).

Begitu juga dengan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang menempatkan rupiah di posisi Rp14.238 per dolar AS atau menguat dari Rp14.245 per dolar AS pada Rabu kemarin.

Rupiah menguat bersama mayoritas mata uang Asia lainnya, seperti peso Filipina 0,61 persen, yuan China 0,4 persen, rupee India 0,3 persen, won Korea Selatan 0,16 persen, dolar Singapura 0,1 persen, dan baht Thailand 0,09 persen.

Hanya ringgit Malaysia yang stagnan dan yen Jepang yang melemah 0,01 persen dari dolar AS. Sementara mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Dolar Australia menguat 0,24 persen, rubel Rusia 0,2 persen, euro Eropa 0,06 persen, poundsterling Inggris 0,05 persen, franc Swiss 0,04 persen, dan dolar Kanada 0,02 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh data cadangan devisa Indonesia yang mencapai US$146,9 miliar per September 2021. Jumlahnya naik 1,45 persen dari bulan sebelumnya.

“Cadangan devisa Indonesia berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan dan cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan,” kata Ibrahim.

Hal ini memberi angin segar ke pasar keuangan karena investor menilai risiko Indonesia berkurang secara fundamental. Di sisi lain, rupiah juga mendapat sentimen dari pengesahan Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (RUU HPP) menjadi Undang-Undang.

Leave a Comment